Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia |
Sebagai warga negara Indonesia patut bangga dengan capaian-capaian Indonesia, terutama di bidang ilmu teknologi dan industri.
Saat ini mulai ramai dibicarakan terutama di bidang industri kelapa sawit yaitu minyak nabati yang saat ini sedang gencar-gencarnya di Indonesia dilakukan riset untuk menjadi bahan bakar minyak baik itu biodiesel yang sudah sukses yaitu Biodiesel B20 dan ini sedang berjalan riset di B30 dan berlanjut juga riset tentang Bioavtur.
Sekali lagi riset Bioavtur ini sedang dikejar, apabila ini sukses maka negara Indonesia dapat menjadi salah satu negara terkaya di dunia karena dapat menjadikan energi yang terbarukan. Yaitu minyak nabati terutama minyak kelapa sawit yang melimpah dapat diubah menjadi bahan bakar yang awal mulanya bahan dasarnya berupa bahan fosil.
Dengan kemajuan ini diharapkan semua pihak dapat mendukung atas langkah-langkah pemerintah yang dilakukan untuk pencapaian pencapaian tersebut, sehingga mampu bersaing, mampu menyerap lapangan kerja mampu meningkatkan daya jual kita ekspor ke luar negeri yang tentunya memberikan nilai tambah devisa kita.
Apabila ini nanti sukses menjadikan Abdur bioavtur maka Indonesia akan menghemat impor bahan bakar minyak dari fosil dan menyerap lebih banyak lagi konsumsi CPO kita yang melimpah dengan kondisi alam yang sangat mendukung sehingga produktivitas kita mampu terkoneksi dengan baik dengan penyaluran penyerapan CPO menjadi bahan bakar energi yang terbarukan.
Indonesia adalah negara pertama di dunia yang sudah sukses menggunakan b20 yaitu berupa Hasil produk biodiesel atau biosolar. Uni Eropa yang dulu gencar-gencarnya mendiskriminasi produk kelapa sawit hingga memunculkan kampanye anti minyak sawit kini mulai meringis karena Indonesia mampu membuktikan bahwa kelapa sawit atau minyak nabati nya benar-benar ramah lingkungan.
Karena itu yang dulu alasan Uni Eropa mendiskriminasi minyak sawit dari Asia dengan alasan deforestasi yang merusak lingkungan. Tapi kini Indonesia mampu membuktikan bahwa hal itu tidak benar melainkan upaya Uni Eropa untuk melindungi produk mereka yaitu minyak nabati yang dari bahan biji bunga matahari dari bahan kedelai dan sebagainya yang relatif lebih mahal sedangkan harga minyak nabati Asia terutama CPO itu relatif lebih murah.
Demi menjaga kepentingan itu untuk keberlangsungan usaha-usaha produk-produk mereka terutama dari minyak nabati biji bunga matahari dan kedelai. Di sisi lain Indonesia juga mampu membalas dengan cara cara menaikkan bea masuk produk produk olahan susu terutama dari Uni Eropa diharapkan para importir mampu mengalihkan impornya yang dari Uni Eropa ke negara-negara lain seperti Australia yang juga merupakan penghasil susu terbaik. Ternyata sudah di planning kan oleh presiden kita yaitu Presiden Jokowi yang gencar membangun kilang minyak yang ada di Sumatera Selatan untuk segera jadi di tahun 2020. Banyak yang mempertanyakan pembangunan kilang minyak yang berada di Sumatera Selatan padahal cadangan minyak di Indonesia semakin menipis, dan ternyata memang benar walaupun cadangan minyak kita menipis tetapi kita mampu memproduksi b20 hingga B30 dan akan berlanjut hingga b100 yang membutuhkan kilang minyak sehingga kita mampu berdiri sendiri tanpa susah payah ke negara-negara tetangga yang berkepentingan dengan selesainya kilang minyak di Sumatera Selatan kita mampu memproduksi dari apa yang telah kita usahakan maka kita mampu mengekspor hasil hasil produknya biodiesel bio aktor dan sebagainya menjadi relatif lebih tinggi dari harga minyak mentah nya sendiri yaitu CPO karena sudah merupakan produk jadi yang dapat meningkatkan taraf hidup di Indonesia untuk mensejahterakan rakyat dan mampu memberikan harga yang lebih tinggi ke para petani kelapa sawit di Indonesia
Jaya Indonesia jaya petani Kelapa Sawit Indonesia