Showing posts with label palm oil. Show all posts
Showing posts with label palm oil. Show all posts

Pengaruh kerusakan buah kelapa sawit terhadap kandungan FFA dan rendement produksi minyak kelapa sawit / CPO

kejernihan minyak sawit berdasarkan kandungan ffa

Indonesia merupakan negara dengan luas perkebunan dan hasil produsen CPO (crude oil Palm) nomor satu di dunia yakni sekitar 24 juta ton pada 2012. Selain menjadi pendapatan negara produksi CPO ini sekaligus memenuhi sekitar 47% kebutuhan minyak nabati dunia. Selain itu, manfaat yang ada pada perkebunan kelapa sawit yaitu terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang hidup di sekitar wilayah perkebunan, yang diharapkan mampu mendongkrak perekonomian dan taraf hidup masyarakat Indonesia secara berkelanjutan lebih baik.

buah yang telat saat panen
Tantangan saat ini yang dialami Indonesia adalah untuk menjaga kepercayaan konsumen dari isu-isu negatif tentang kelapa sawit yang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh Uni Eropa terhadap komoditas CPO tersebut, sehingga tetap mampu memproduksi CPO dengan berkualitas tinggi yang mendapat sertifikat secara nasional dan internasional. Indonesia juga dapat bersaing di minyak nabati dunia dan saat ini Indonesia sedang melakukan perubahan untuk melakukan inovasi terhadap konsumsi minyak nabati terutama CPO itu untuk dijadikan bahan bakar minyak yang terbarukan, yaitu biodiesel atau biosolar dan ini sedang Reseach untuk bioavtur.
Mutu CPO dapat dilihat secara kuantitas dan kualitas produksi buah dengan kuantitas baik akan menghasilkan rendemen CPO rata-rata di Kisaran 23,2 hingga 27,4% tergantung dengan kondisi lahan dan kontur geologinya. Dengan kadar asam lemak bebas (ALB) atau free Fatty acid (FFA) kurang dari 3%. Rendemen minyak yang tinggi didapatkan dengan cara pengolahan buah kelapa sawit yang matang karena buah yang matang memiliki kandungan minyak terbanyak atau rendemen minyak tertinggi dari pada jenis atau kelompok maupun yang lainnya. Semakin tinggi kandungan FFA dari produksi CPO tersebut maka semakin rendah pula kualitas CPO tersebut. Pengaruh rendah atau tingginya  kualitas CPO dan rendemen terletak pada mutu buah yang dipanen, jika buah terlambat dipanen atau diolah karena pengangkutan restan dan lain sebagainya itu dapat meningkatkan  FFA itu sendiri.

buah rusak ketika di penerimaan di pabrik kelapa sawit
Selain itu penanganan yang kasar juga dapat meningkatkan laju pembentukan FFA karena luka pada buah akan menstimulasikan konversi molekul minyak menjadi FFA dengan laju yang sangat tinggi. Pembentukan FFA terbanyak adalah saat di lapangan atau sebelum mulai diolah di pabrik kelapa sawit (PKS). Karena pada saat pengolahan di pabrik kelapa sawit kenaikan FFA hanya 0,1% atau paling tinggi 0,3 sampai dengan 0,5% pada pengolahan PKS yang kurang terkendali pengawasannya,  kenaikan FFA pada saat penimbunan atau pengapalan hingga sampai ke pengolahan itu dapat meningkatkan FFA yang cepat. Disitu harus ada penanganan yang lebih serius yang mengutamakan kelancaran pengangkutan hingga ke pabrik kelapa sawit untuk segera diproses, tujuan utamanya untuk mengurangi kenaikan FFA yang terlalu tinggi. Mutu buah yang buruk dapat meningkatkan efek panas secara signifikan pada saat buah tersebut diolah menjadi CPO secara bersamaan berdasarkan prediksi persamaan regresi linear kadar FFA dalam CPO akan meningkat sebesar 0,04% setiap pengolahan hingga 1% terhadap buah-buah yang bermutu buruk. Pengolahan buah busuk 1% akan meningkatkan kandungan FFA sebesar 0,0 64% apabila dianalisis secara parsial buah busuk atau janjangan kosong adalah mutu buah yang memiliki pengaruh terbesar yang meningkatkan kandungan FFA dalam CPO.

Buah yang dipanen tidak segera diolah pada hari yang sama atau terlambat angkut sehingga mengalami penundaan atau penimbunan baik di kebun maupun di loading ramp PKS itu akan menjadi pemicu naiknya kadar FFA. Karena rotasi panen yang tinggi kenaikan FFA akibat buah luka luka pada buah dapat timbul karena penanganan buah yang kasar, kontaminasi patogen atau buah sakit dan kerusakan struktur buah karena hama tikus luka buah yang diiringi pembentukan FFA berasal dari perlukaan selama pengumpulan dan pengangkutan ke PKS, pembentukan FFA dalam buah dimulai dengan pecahnya dinding sel yang mengandung minyak sehingga Enzim lipolitik yang terdapat pada protoplasma bekerja menghidrolisis lemak menjadi asam lemak yang akhirnya membebaskan FFA terbentuk. Titik reaksi tersebut akan berlangsung sangat cepat akan tetapi buah yang tidak luka FFA hanya naik sekitar 0,2% selama 4 hari. Enzim yang yang menghidrolisis akan dinonaktifkan pada suhu 60 derajat Celcius pada waktu perebusan buah dalam sterilizer. Buah rusak  dapat disebabkan salah satunya oleh serangan hama tikus dengan mengonsumsi daging buah atau mesocraps nya antara 5,94 - 13,70 gram per hari per ekor atau setara dengan kehilangan minyak CPO berkisar dalam antara 327,96 - 962,38 kg per hektar per tahun.

perbedaan buah normal dan abnormal
Buah abnormal adalah kelompok buah yang memiliki freddset yang rendah atau jumlah buah partenokarpi nya lebih banyak daripada buah yang jadi sempurna. buah tidak sempurna disebabkan karena penyerbukan tidak sempurna atau tidak dapat dilakukan karena posisi buah yang terjepit oleh pelepah sehingga menghasilkan buah dengan kandungan minyak yang rendah serta tidak memiliki cangkang dan endosperm. Penurunan rendemen CPO secara signifikan disebabkan oleh pengolahan buah bermutu buruk secara bersamaan setiap pengolahan 1% buah bermutu buruk akan mengurangi rendemen minyak sebesar 0,4%. Model persamaan regresi linear dapat 82,4% menjelaskan secara tepat bahwa penurunan rendemen CPO disebabkan karena pengolahan buah bermutu buruk sisanya 17,6% penurunan dari rumen disebabkan oleh faktor lain diluar model persamaan.
buah sakit
Sebab-sebab lain kehilangan hasil yang diamati di lapangan antara lain brondolan yang tercecer di pelepah, brondolan tercecer yang terjadi di tph, brondolan tercecer yang terjadi di jalan-jalan koleksi saat pengangkutan dan TBS (tandan buah segar) jatuh saat pengangkutan. kenaikan FFA dalam CPO karena dampak restan disebabkan oleh pengangkutan buah yang terlambat, pengolahan buah yang terlambat, sehingga terjadi kondisi di mana kenaikan FFA itu meningkat. Apalagi ketika terkena curahan air hujan, maka akan sangat mempercepat proses hidrolisis pada buah. Besarnya pengaruh restan bervariasi tergantung dari umur panen, semakin lama terlambat angkut atau tertimbun semakin memperburuk mutu buah sekaligus meningkatkan kandungan FFA dalam CPO.

Jadi mutu produksi dilihat dari terpenuhinya rendemen CPO minimal sesuai standar perusahaan masing-masing dan kandungan FFA dalam CPO kurang dari 3% untuk standar internasional dan standar nasional Indonesia kurang dari 5%. Faktor-faktor penyebabnya kelompok mutu buah yang buruk yang terpanen yang diolah di pabrik pengolahan dapat meningkatkan kandungan FFA di dalam CPO sekaligus menurunkan rendement CPO produksi. Mutu buah yang buruk dipengaruhi oleh lamanya penundaan buah saat diolah atau menjadi restan baik saat berada pada batang kelapa sawit berada di tempat pengumpulan hasil serta di loading remp PKS juga mengakibatkan perubahan pada buah semakin lama penundaan buah untuk diolah semakin banyak pula risiko buah itu terluka.  Semakin memperburuk mutu buah hingga meningkatkan kandungan FFA pada CPO sebesar 0,94% setiap bertambahnya umur tunda 1 Hari 24 Jam.